Menu

PT EQUITYWORLD FUTURES

Equityworld Futures | Perang Dagang AS-Uni Eropa Memanas, Bagaimana Nasib IHSG?

Equityworld Futures | Perang Dagang AS-Uni Eropa Memanas, Bagaimana Nasib IHSG?

Equityworld Futures | Setelah mengalami kenaikan cukup signifikan pada Selasa, pasar saham Indonesia terpantau mengalami koreksi pada perdagangan Rabu kemarin.

Performa bursa saham domestik senada dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang ditutup di zona merah. Indeks Nikkei (Jepang) turun 0,27 persen, Indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 0,53 persen, dan Indeks Kospi (Korea) merosot 0,88 persen.

Kegaduhan Amerika Serikat (AS) dengan Uni Eropa di bidang perdagangan menjadi faktor utama yang membuat bursa saham Benua Kuning jatuh. Adapun Indeks Shanghai (China) masih mampu menguat tipis 0,09 persen dan Indeks Straits Times (Singapura) naik 0,27 persen.

Melalui sebuah cuitan di Twitter, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan kegeramannya kepada Uni Eropa seiring dengan anjloknya laba bersih pabrikan motor Harley Davidson pada kuartal I 2019 yang nyaris mencapai 27 persen.

Harley Davidson menyatakan menurunnya permintaan, biaya impor bahan baku yang lebih tinggi (karena bea masuk yang dikenakan AS terhadap negara lain), serta bea masuk yang dikenakan Uni Eropa terhadap produk perusahaan merupakan tiga faktor utama yang menekan laba bersih mereka.

"Sangat tidak adil bagi AS. Kami akan membalas!" tegas Trump.

Lantas, kondisi tersebut membuat perang dagang AS - Uni Eropa semakin menjadi sebuah keniscayaan. Pasalnya, saling tebar ancaman mengenakan bea masuk bukan kali ini saja terjadi.

Beberapa waktu lalu, Trump mengungkapkan rencana untuk memberlakukan bea masuk bagi impor produk Uni Eropa senilai US$11 miliar.

Rencana tersebut dilandasi oleh kekesalannya yang menuding Uni Eropa memberikan subsidi yang terlalu besar kepada Airbus, yang dinilainya sebagai praktik persaingan tidak sehat.

"Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menemukan Uni Eropa memberikan subsidi kepada Airbus yang kemudian mempengaruhi AS. Kami akan menerapkan bea masuk kepada (impor) produk Uni Eropa senilai US$11 miliar. Uni Eropa sudah mengambil keuntungan dari perdagangan dengan AS selama bertahun-tahun. Ini akan segera berakhir!" keluh Trump di Twitter pada 9 April.

Di sisi lain, sejatinya ada rilis data ekonomi yang menggembirakan dan bisa mengerek kinerja bursa saham regional. Kemarin, pembacaan akhir untuk data Coincident Index Jepang periode Februari 2019 diumumkan di level 100,4, mengalahkan konsensus 98,8, seperti dilansir Trading Economics.

Data ini merupakan statistik yang menggambarkan kondisi perekonomian Jepang. Semakin tinggi angkanya, maka perekonomian Jepang dikatakan berada dalam kondisi yang semakin kuat, begitupun sebaliknya.


Wall Street tergelincir terseret jatuhnya saham energi | Equityworld Futures

 

Equityworld Futures


Namun apa mau dikata, ribut-ribut AS dengan Uni Eropa di bidang perdagangan terbukti lebih dominan dalam mendikte jalannya perdagangan di bursa saham Benua Kuning.

Pada perdagangan Rabu, 24 April 2019 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,23 persen berakhir di level 6.447,89. Aktivitas transaksi pada perdagangan kemarin berlangsung cukup ramai, di mana tercatat 14,44 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp8,48 triliun.

Secara sektoral, hampir seluruhnya berakhir di zona merah pada perdagangan kemarin, kecuali sektor properti dan perdagangan yang masing-masing menguat 0,49 persen dan 0,41 persen.

Sementara itu, tiga sektor yang mengalami penurunan terdalam yakni pertanian (-1,93 persen), industri dasar (-1,5 persen), dan manufaktur (-0,42 persen)

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.