Menu

PT EQUITYWORLD FUTURES

Equity World | Bersama Solskjaer, MU Ingin Ulang Masa Keemasan Sir Alex Ferguson

Equity World | Bersama Solskjaer, MU Ingin Ulang Masa Keemasan Sir Alex Ferguson

Equity World | Memiliki banyak anak merupakan hal yang banyak dilakukan di Indonesia. Namun diketahui bahwa memiliki banyak anak dapat berpengaruh sangat signifikan terhadap masalah mental orang tua.

Dilansir dari New York Post, sebuah penelitian yang dilakukan di Australia menemukan bahwa kelahiran anak kedua dapat berpengaruh buruk pada kesehatan mental orang tua. Hal yang berbeda terjadi ketika anak pertama lahir.

Peneliti dari University of Melbourne coba menyusuri data selama 16 tahun dari survei yang dilakukan di Australia. Dari penelusuran tersebut diketahui bahwa pada saat kelahiran anak pertama, kedua orang tua menunjukkan perkembangan positif pada kesehatan mental mereka.

Data kesehatan mental ini kemudian berubah drastis pada saat kelahiran anak kedua. Kelahiran ini melipatgandakan tekanan pada orang tua yang berakibat pada munculnya stres dan berakibat negatif pada kesehatan mental.

Bianca Rodriguez, terapis keluarga menyebut bahwa temuan dari penelitian tersebut cukup konsisten jika ditilik dari pengalaman profesional yang telah dilakoninya.

"Banyak yang berkata bahwa punya satu anak itu sesuai harapan, sedangkan punya dua anak serasa memiliki sepuluh anak," jelas Rodriguez.

"Hal ini disebabkan karena ketika memiliki dua anak maka perhatian yang diberikan tidak hanya menjadi dua kali lipat saja namun lebih besar lagi, karena terdapat dinamika antar anak yang perlu diperhatikan," sambungnya.

Bersama Solskjaer, MU Ingin Ulang Masa Keemasan Sir Alex Ferguson | Equity World

Info lowongan kerja di Equity World SSC Jakarta | Equity World

Kelahiran anak kedua ini juga diketahui berpengaruh lebih besar pada kesehatan mental ibu dibanding pada ayah.

"Ayah mengalami peningkatan kesehatan mental dengan kelahiran anak pertama, namun juga mengalami penurunan ketika anak kedua lahir. Namun tak seperti pada ibu, perubahan mental pada ayah cukup landai dari waktu ke waktu, Secara jelas, ayah tidak mengalami tekanan waktu yang kronis pada jangka panjang seperti pada ibu," tulis tim peneliti.

Equity World

Go Back

Comment

Blog Search

Comments

There are currently no blog comments.